Kembali ke Profil Desa
Sejarah Desa Visi Misi Struktur Organisasi Perangkat Desa

Sejarah Desa

Dipublikasikan: 18 Apr 2026

Sejarah berdirinya DESA CIANGSANA,berhubungan dan berkaitan dengan KERAJAAN MATARM pada abad ke-16 tahun 1628 sampai tahun 1629 Masehi. Pada saat pasukan kerajaan Mataram mengadakan penyerangan ke Batavia ( Sekarang Jakarta ) . Yang mana tujuan penyerangan itu untuk merebut Benteng Batavia yang saat itu di bawah kekuasaan VOC ( Perserikatan dagang Belanda ) . Sebagai pusat Propaganda VOC dalam dunia perdagangan rempah-rempah di kawasan Asia Tenggara, Khususnya di Nusantara yang pada kenyataannya kegiatan dagang VOC, Ditumpangi oleh pasukan KERAJAAN BELANDA. Yang kemudian setiap daerah Nusantara  yang mereka datangi akhirnya mereka taklukan dan di kuasainya.

Maka atas dasar itulah akhirnya KERAJAAN MATARAM di bawah pimpinan SULTAN AGUNG, yang merasa daerah kekuasaannya banyak yang direbut oleh pasukan Kerajaan Belanda yang berlindung pada VOC, maka SULTAN AGUNG pun merasa tersinggung dan sangat dirugikan, maka sultan Agung memutuskan untuk menyerang dan menguasai Batavia.

Penyerangan ke BATAVIA oleh pasukan Kerajaan Mataram, dipimpin oleh Panglima Perang bernama MANDURA REZA,BAHU REKSA dan SURA AGUL-AGUL dibawah KOMANDO PANEMBAHAN PURBAYA.

Siasat dan penyerangan memperhitungkan “ PRANATA MANGSA “ atau penanggalan kegiatan usaha pertanian, jarak dari Mataram ke Batavia memerlukan waktu 90 hari di tambah waktu istirahat dan persiapan penyerangan dengan melalui rute :

Lewat pantai utara ( Pantura ) yaitu daerah Pekalongan,Tegal,Cirebon lalu membelok ke daerah Sumedang,Cianjur dan Pakuan ( Buitenzorg ) atau daerah Bogor sekarang ini. Dari sana bergerak ke Batavia menyusuri Sungai Ciliwung.

Akan tetapi proses pengiriman pasukan dan penyerangan ke Batavia dalam pertempuran mengalami kegagalan, Karena ada hambatan faktor kehabisasan logistic makanan,dan gangguan kesehatan,prajurit kerajaan Mataram terserang Penyayakit malaria.

Akhirnya para perwira kerajaan Mataram memutuskan utnuk menunda penyerangan ke Batavia, sambil menysusn siasaat baru kemudian mereka meilih daerah pesisir di sekitar Batavia , sambil membuka sawah dan ladang untuk pertanian serta sambil menyebarkan Agam islam pada warga penduduk setempat yang masih banyak menganut agama Hindu dan Budha.

Disini cikal bakal proses pembukaan suatu kampung bermula diujung daerah Bogor paling Lor ( Utara ) yang diapit oleh sungai Cikeas Dan Cileungsi yang sekarang yang bernama Bojong Kulur . Didaerah itulah menetap salah seorang perwira Kerajaan Mataram yang bernama Syeh Kapitan Saleh seorang tokoh kerajaan Mataram yang menyebarkan agam islam dan membuka kampung-kampung baru di kawasan Syeh Kapitan Saleh tinggal di daerah sekitarnya.

Proses ini berlanjut terus dan diikuti oleh tokoh-tokoh daro kerjaaan Mataram lainnya , yang memilih tidak pulang kembali kekerajaan Mataram dan memilih membuka kampung atau tempat tinggal yang bar dengan membuka hutan untuk dijadikan tempat tinggalnya.

Salah satu tokoh kerajaan yang bernama Mbah Buyut Sita membuka kampung baru dengan membabat hutan yang pada waktu  itu sangat banyak tumbuuh pohon angsana di kawasan itu  dan terdapat sungai kecil /susukan yang mengalir dari selatan ke utara yang terapat ditengah hutan tersebut.

Akhirnya Mbah Buyut Sita memberi nama kampung itu dengan nama CIANGSANA sedangkan tempat Mbah Buyut Sita menetap di namakan kampung Babakan yang artinya memulai.

Secara etimologi kata CIANGSANA dapat diartikan  Ci artinya Air dan Angsana artinya  naman pohon . Nama Ciangsana tersebut kemudian digunakan sebagai nama DESA CIANGSANA, mulai sebelum jaman kemerdekaan RI samai sesudah masa Kemerdekaan Republik Indonesia hingga sampai saat ini.

Setelah Mbah Buyut Sita meningeal oleh keluarganya dimakamkan di Kampung Bakom yang terkenal dengan KRAMAT PPASAREAN, dan itu dijadikan tempat pemakaman oleh warga Desa Ciangsana

Karena Mbah Buuyu Sita sebagai penyebar agama islam dan seorang tokoh dari kerajaan Mataram ,dan orang pertama yang  membuka kampung baru yang kemudian dinamakan  Ciangsana sebagai cikal bakal berdirinya Desa Ciangsana maka makamnya pun bnyak dijjiarahi oleh warga Desa Ciangsana maupun oleh warga dari luar Desa Ciangsana.

Bukti adanya sungai kecil atau susukan dan pohon angsana , memang benar adanya sungai kecil atau susukan memang ada mengalir dari kampung babakan terus mengalir ke kampung Bakom  dan Parung Pinang melewati makam pasarean dan melewati cikepek kampung cikeas parung dan bermuara di sungai Cileungsi . Tetapi sekarang ini sungai kecil atau susukan tersebut sebagian sudah tidak ada karena terurug oleh lokasi perumahan Kota Wisata yang dibangun mulai tahun 1995.

Mengeni keberadaan gedung kantor Desa Ciangsana, mulai dari sebelum masa  kemerdekaan RI sampai tahun 1967, belum memilik gedung kantor Desa yang tetap dan baru ketika Bapak Sadan Idan mulai menjabat Kepala Desa Ciangsana tahun1967 s/d 1978. Kantordesa mulai dibangun secara permanen yang terletak di Blok Kampung Cikeas PArung ,tepatnya sekarang ini berada di depan bangunan sekolah Bina Pendidikan 2 ( BP2) dan disekitaran kantor desa waktu  itu sudah ada berkembang pasar desa dan lapangan sepak bola dan bengkelroda serta pemukiman warga.

Kemudian ketiak bapak Asmat menjadi PJS Kepala Desa Ciangsanapada tahun 1978s/d 1980 Kantor Desa Ciangsana dipindahkan ke Kampung Cikeas Ilir sampai sekarang ini.Tetapi fisik Kantor Kepala Desa sudah direnovasi beberapa kali agar lebih meningkatkan pelayanan kepada warga masyaraka, dan diresmikan Kantor Kepala Desa  Ciangsana peresmiannya pernah diresmikan oleh Bupati Bogor Bapak HM  Eddie Yoso Martadipura pada tanggal 27 Maret 1997 sehingga bangunan kantor Kepala Desa Ciangsanan menjadi lebih bersih , indah dan nyaman sesuai dengan moot pemeintah Kabupaten Bogor yaitu “ TEGAR BERIMAN “ ( Tegar, Segar, Bersih, Indah dan Nyaman ).

Pada tanggal 1 Januari 1900 dibentuk ketika masa pemerintahan Hindia Belanda sebagai Desa adat dan berdiri sampai sekarang.

Ciangsana, 31 Desember 2012

Disusun dan diedit kembali oleh

1.     Misja Wiharja , SH

2.     Mista Guan M Ranin

Sumber naskah :

1.     Wawancara para sesepuh Desa Ciangsana

2.     Majalah Mingguan Villani Edisi 2 Tahun 2010  artikel “ Negeri Peninggalan Kesultanan Demak “

3.     Padeblogan. Dot.com 21/08/2010 artikel Siasat Sultan Agung Meneyrang Batavia “

Urutan Pejabat Kepala Desa